Setelah mengakui segala dosa-dosa, umat mendengarkan nasehat-nasehat yang diberikan imam, mengucapkan doa tobat, menerima absolusi (pengampunan Kristus) dari Imam, meninggalkan kamar pengakuan, serta melakukan penitensi (penyesalan)..
Imam diwajibkan dengan ancaman siksa yang sangat berat, supaya berdiam diri secara absolut, untuk tidak mengungkapkan apa pun yang telah ia dengar dalam pengakuan
Baca Juga:
Hinca Pandjaitan: Cintailah Rakyatmu Sepenuh Hati
Rahasia pengakuan ini dinamakan `meterai sakramental’.
Seorang imam lebih suka dipenjarakan atau bahkan mati daripada mengungkapkan dosa-dosa yang diakukan umat kepadanya. (Luk 15, Yeh 33).
5. SAKRAMEN PENGURAPAN ORANG SAKIT
Baca Juga:
KDM Siapkan Penataan Kawasan Alun-Alun Karawang, Bupati Aep Dukung Pengembangan Kota Berbasis Budaya
Bantuan Tuhan melalui kekuatan Roh-Nya hendak membawa orang sakit menuju kesembuhan jiwa, tetapi juga menuju kesembuhan badan,
kalau itu sesuai dengan kehendak Allah. Dan “jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni” (Mrk 6:13, Yak 5:14-15).
6. SAKRAMEN TAHBISAN