Akhlak.id | "Falling to move forward," demikian Nisa Sri Wahyuni merangkum jatuh-bangun perjalananannya meraih beasiswa di luar negeri.
Meski memiliki segudang prestasi, ia harus menemui berbagai tantangan sampai akhirnya bisa berangkat ke Inggris melanjutkan studi S2 di bidang epidemiologi.
Baca Juga:
Baim Wong Bongkar Masa Kelam, Pernah Tak Mampu Bayar KPR
Belum lama ini, Nisa membuat orang kagum dengan kisah inspiratifnya di LinkedIn yang disertai foto dia bersama sang ayah yang berseragam ojek online (ojol) dan momen kelulusannya dari Imperial College London.
Di unggahan tersebut, ia bercerita pencapaian akademisnya mustahil terwujud tanpa dukungan penuh orangtua meski kondisi ekonomi mereka serba terbatas.
Berbincang dengan Wartawan tentang posting-an viralnya, Nisa mengungkapkan perjuangan yang harus dilalui untuk bisa kuliah di Inggris lewat jalur beasiswa.
Baca Juga:
Inovasi Hijau di Tangsel: Koperasi Pemulung Berdaya Olah Sampah Jadi Peluang Emas
Tak jarang, perempuan 27 tahun itu terbawa emosi saking kewalahannya belajar, khususnya bahasa Inggris.
Terlahir dari keluarga yang sederhana memotivasi Nisa untuk belajar dengan tekun.
Ayahnya, Sukatno, merantau ke Jakarta dari Pacitan, Jawa Timur, saat usia belia dan bekerja serabutan sebagai tukang bersih-bersih sebelum menjadi petugas keamanan di sebuah sekolah swasta.