Skuadron pengebom terdiri dari pesawat-pesawat Ilyushin-28 dan pengebom jarak jauh TU-16 dengan berpeluru kendali. Juga skuadron pesawat angkut Antonov dan sebagainya.
Angkatan Laut (AL) dilengkapi alutsista canggih, terdiri dari armada kapal perang jenis korvet, kapal perusak (destroyer) dan penjelajah RI-Irian, sebagai kapal bendera (flagship), termasuk 12 kapal selam.
Baca Juga:
Dermaga Tempat Penyeludupan Narkoba di Venezuela Disebut Diserang CIA
Ada juga motor torpedo boat untuk infiltrasi pasukan dan sukarelawan ke daratan Irian Barat.
Korps Komando Operasional (KKO) AL bahkan dilengkapi tank-tank amfibi PT-76 dan peluncur roket berlapis Katyuscha.
Angkatan Darat dilengkapi tank-tank berat, kendaraan lapis baja modern, peluru kendali darat udara yang ditempatkan di sejumlah lokasi strategis di seluruh Indonesia, antara lain di Marunda, Pelabuhan Ratu, dan Pulau Sabang.
Baca Juga:
Operasi CIA di Indonesia: Dari Film Panas hingga Daftar Perburuan Komunis Kelam
Lengkap dengan radar-radar yang bisa mendeteksi seluruh angkasa Nusantara.
Polri tak ketinggalan. Satuan khusus Resimen Pelopor Brimob dibentuk. Resimen ini dilengkapi senjata khusus Armalite-15 (AR-15) sebagai senjata serbu dan penembak jitu.
Untuk menduduki wilayah Irian Barat, dilakukan penerjunan pasukan khusus Resimen Pelopor dipimpin seorang mantan anggota DKP Presiden, Hudaya Maria.