Kondisi nyeri yang mendadak didada tentunya membuat cemas pasien, dan disitulah tercetus paniknya.
Tetap harus megobati GERDnya, walaupun secara endoskopi normal, tapi terkadang ada reflux asam lambung yang tidak menimbulkan luka.
Baca Juga:
Menpora Erick Thohir Resmi Rotasi Pejabat, Dorong Kemenpora Naik Kelas
GERD dan panic attack harus diobati, karena panic attack termasuk kelainan psikosomatis yang membutuhkan penanganan khusus.
Sehingga kedua penyakit ini tidak saling mencetuskan satu sama lain.
Jika sudah panic attack tentunya pasien bingung dan terkadang susah untuk minum obat.
Baca Juga:
Camat Cisarua Monev Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Domba di Bumdes Cisalak
Jadi GERD harus diterapi dan panic attack harus segera ditangani.[kaf]