Kondisi nyeri yang mendadak didada tentunya membuat cemas pasien, dan disitulah tercetus paniknya.
Tetap harus megobati GERDnya, walaupun secara endoskopi normal, tapi terkadang ada reflux asam lambung yang tidak menimbulkan luka.
Baca Juga:
35 Sekolah Meriahkan Pawai Lampion HUT ke-81 RI di Alun-Alun Sumedang
GERD dan panic attack harus diobati, karena panic attack termasuk kelainan psikosomatis yang membutuhkan penanganan khusus.
Sehingga kedua penyakit ini tidak saling mencetuskan satu sama lain.
Jika sudah panic attack tentunya pasien bingung dan terkadang susah untuk minum obat.
Baca Juga:
DPR Dorong Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Tarik Pulang Talenta Indonesia
Jadi GERD harus diterapi dan panic attack harus segera ditangani.[kaf]