Dengan cara menyakinkan pasien bahwa penyakitnya bisa disembuhkan, dan dikontrol.
Tidak perlu ada kecemasan berlebihan dan disitulah bisa mengobati GERDnya.
Baca Juga:
Selly Gantina: Pengawasan Haji DPR Akan Menyasar Hotel, Rumah Sakit, dan Katering
Pasien GERD tidak selalu didampingi psikosomatisnya, tapi bisa berhubungan.
Ada yang murni GERD atau asam lambungnya saja yang tinggi dan ada luka-luka dikerongkongannya.
dr. Hasan Mauhaleha mengatakan bahwa ada juga GERD yang berkaitsan psikosomatis.
Baca Juga:
Jepang dan China Melaju ke Semifinal Piala Asia U-17 2026, Arab Saudi Tersingkir
Jadi dua-duanya memang harus diobati, baik kondisi pikirannya maupun GERD itu sendiri.
Panic Attack dengan GERD juga berhubungan sekali.
Banyak pasien-pasien tercetus panic attacknya karena GERD.