Dengan cara menyakinkan pasien bahwa penyakitnya bisa disembuhkan, dan dikontrol.
Tidak perlu ada kecemasan berlebihan dan disitulah bisa mengobati GERDnya.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Pasien GERD tidak selalu didampingi psikosomatisnya, tapi bisa berhubungan.
Ada yang murni GERD atau asam lambungnya saja yang tinggi dan ada luka-luka dikerongkongannya.
dr. Hasan Mauhaleha mengatakan bahwa ada juga GERD yang berkaitsan psikosomatis.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Jadi dua-duanya memang harus diobati, baik kondisi pikirannya maupun GERD itu sendiri.
Panic Attack dengan GERD juga berhubungan sekali.
Banyak pasien-pasien tercetus panic attacknya karena GERD.