Dengan cara menyakinkan pasien bahwa penyakitnya bisa disembuhkan, dan dikontrol.
Tidak perlu ada kecemasan berlebihan dan disitulah bisa mengobati GERDnya.
Baca Juga:
Trinitas Church Youth Choir Sukses Gelar Konser Perdana Senandung Bhinneka, Angkat Lagu Nasional dan Nusantara
Pasien GERD tidak selalu didampingi psikosomatisnya, tapi bisa berhubungan.
Ada yang murni GERD atau asam lambungnya saja yang tinggi dan ada luka-luka dikerongkongannya.
dr. Hasan Mauhaleha mengatakan bahwa ada juga GERD yang berkaitsan psikosomatis.
Baca Juga:
35 Sekolah Meriahkan Pawai Lampion HUT ke-81 RI di Alun-Alun Sumedang
Jadi dua-duanya memang harus diobati, baik kondisi pikirannya maupun GERD itu sendiri.
Panic Attack dengan GERD juga berhubungan sekali.
Banyak pasien-pasien tercetus panic attacknya karena GERD.