Pada usia 12 tahun, Nommensen mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya patah.
Akibatnya, Nommensen harus berbaring di atas tempat tidur selama berbulan-bulan lamanya.
Baca Juga:
Pangdam I/BB Kunker Kewilayah Brigif TP 37/HS, TNI Mendukung Pembangunan dan Keamanan di wilayah Kabupaten Karo
Dalam kondisi tersebut, Nommensen berdoa agar diberi kesembuhan. Dia berjanji akan menyebarkan ajaran Injil sesudah sembuh nanti.
Setelah kakinya sembuh, dia kembali dalam aktivitasnya sebagai petani seraya mempelajari Injil.
Memasuki usia 20 tahun, Nommensen berangkat ke Barmen untuk menempuh pendidikan sebagai penginjil di Lutheran Rheinische Missionsgesellschaft (RMG).
Baca Juga:
Lamhot Sinaga Soroti Perlindungan Pelaku Kreatif Usai Kasus Amsal Sitepu Viral
Empat tahun kemudian, Nommensen dinyatakan lulus dan mendapat penugasan menjadi misionaris di Sumatera.
Memulai Batakmission di Tanah Batak
Pada 14 Mei 1862, Nommensen tiba di Sumatera, tepatnya di Padang.