Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau sangat antusias dan menyambut baik kegiatan ini. Dia mengharapkan agar teknologi CSA ini dapat direplikasikan ke kecamatan.
“Semoga petani lain juga makin masif menerapkan Teknologi CSA dengan dukungan pemerintah daerah,” ujarnya.
Baca Juga:
Tragedi Cinta, Wanita Hamil di Gowa Dibunuh Pacar dengan 79 Tikaman
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa Program SIMURP merupakan program utama Kementan yang harus didukung.
Melalui Program SIMURP diharapkan petani penerima manfaat SIMURP dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian dengan mengedepankan penggunaan air yang efisien serta tanpa bergantung pada kondisi iklim yang berubah.
"Dengan hadirnya SIMURP diharapkan mampu mengembangkan kemampuan manajerial penyuluh dan pengelola di BPP," ujar Mentan.
Baca Juga:
Saat Makan di Samping Istri Pergantian Tahun Baru, Pengacara di Bone Tewas Ditembak
Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi menjelaskan pertanian cerdas iklim atau CSA SIMURP memiliki dampak yang positif untuk pertanian.
CSA SIMURP bisa meningkatkan produktivitas produksi tanaman dan pendapatan petani.
“SIMURP mengajarkan banyak hal kepada petani. Khususnya bagaimana melakukan pertanian pintar dalam menghadapi perubahan iklim. Termasuk bagaimana cara mengantisipasi dan menangani penyakit tanaman. SIMURP juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” katanya. [jat]