Menurut Margo, kenaikan NTP di Aceh didorong oleh peningkatan subsektor tanaman perkebunan rakyat, khususnya komoditas kopi yang sebesar 3,36 persen.
Sementara, penurunan NTP terbesar terjadi di Sulawesi Barat, yakni 1,93 persen yang disebabkan oleh penurunan pada subsektor tanaman perkebunan rakyat, khususnya komoditas kelapa sawit mencapai 3,02 persen.
Baca Juga:
Petani Tolangohula Terima Bantuan Benih Rp1,078 Miliar dari Gubernur Gorontalo
Lebih lanjut, Margo menyatakan indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) naik sebesar 0,45 persen per Januari 2022. Kenaikan ini didorong seluruh kelompok pengeluaran.
"Dari 34 provinsi yang dihitung IKRT nya, 29 provinsi alami peningkatan IKRT, 4 provinsi alami penurunan IKRT, dan satu provinsi lainnya cenderung tidak berubah," kata Margo.
Ia menambahkan peningkatan IKRT tertinggi terjadi di Kalimantan Tengah sebesar 1,36 persen. Kemudian, penurunan IKRT terbesar terjadi di Sulawesi Utara sebesar 0,45 persen. [tum]