Kao adalah asisten profesor kardiologi dan direktur medis di Colorado Center for Personalized Medicine di University of Colorado School of Medicine di Aurora.
Di ketiga penelitian yang digunakan Kao dan tim, orang yang minum lebih banyak kopi berkafein memiliki risiko gagal jantung jangka panjang yang lebih rendah.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
"Kopi dan kafein sering dianggap oleh masyarakat umum sebagai 'buruk' bagi jantung karena orang mengasosiasikannya dengan pemicu jantung berdebar, tekanan darah tinggi, dan lain-lain," ucapnya.
Namun, lanjutnya, "Hubungan yang konsisten antara peningkatan konsumsi kafein dan penurunan risiko gagal jantung mengubah asumsi itu."
Sementara di luar dari hasil temuan tersebut, terdapat batasan yang harus diperhatikan untuk mendapatkan manfaat dari kopi berkafein, yaitu:
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
- Kopi hitam yang dikonsumsi tanpa tambahan gula dan lemak
- Tidak dikonsumsi melebihi batasan yang direkomendasikan: 3-5 cangkir 8 ons dalam sehari.
- Tidak dikonsumsi oleh anak-anak.