Menurutnya, pembukaan penerbangan internasional kali ini dapat menjadi sarana latihan yang tepat menjelang pelaksanaan G20 mendatang.
"Saat ini momentum untuk uji coba. Apalagi nanti menjelang G20, biar kita bisa lebih siap," ujar dia.
Baca Juga:
Buntut Ancaman Tarif AS, Kuba Menangis Kehabisan Bahan Bakar Pesawat
Kasus Omicron dan kebijakan penerbangan internasional
Kendati varian Omicron sedang meningkat di Indonesia, keduanya optimis bahwa Bali bersedia menjalankan protokol kesehatan secara disiplin.
"Karena Bali sudah sangat siap, khususnya terkait karantina. Ada 62 hotel kami siapkan yang sudah tersertifikasi CHSE," tutur Rai.
Baca Juga:
Tahun 2027, Semua Penerbangan Internasional ke Indonesia Wajib Pakai Avtur Ramah Lingkungan
Menurut dia, Bali juga sudah siap dari segi vaksin. Pemberian vaksin pertama 103 persen, vaksin kedua mencapai 95 persen. Kemudian vaksin ketiga sudah mulai dan diprioritaskan kepada orang-orang pelaku pariwisata.
"Omicron sedang meningkat, ini memang sudah diprediksi. Tapi di Bali fatality rate-nya sangat kecil. Hanya satu orang, itu karena ada komorbid. Herd immunity juga sudah terbentuk," tutur Rai.
Menurut dia, Bali merupakan provinsi yang sektor pariwisatanya terdampak paling parah selama pandemi, dibanding provinsi-provinsi lain. Kebijakan penerbangan internasional dianggap menjadi kabar baik yang mampu mendorong pertumbuhan positif.