Konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62% dan ≤ 1% TiO2) dengan harga rata-rata sebesar US$ 127,90/WE atau naik sebesar 3,30%.
Konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3+ SiO2) ≥ 10%) dengan harga rata-rata sebesar US$ 65,36/WE atau naik sebesar 3,30%.
Baca Juga:
Pemerintah Rampungkan Revisi PP untuk Tingkatkan PNBP Sektor Minerba
Konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata sebesar US$ 988,50/WE atau naik sebesar 2,73%.
Konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata sebesar US$ 1.116,82/WE atau naik sebesar 17,46%.
Konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dengan harga rata-rata sebesar US$ 76,37/WE atau naik sebesar 3,30%.
Baca Juga:
Bali Lepas dari Ketergantungan PLTU Paiton, Jalan Panjang Menuju Energi Terbarukan
Konsentrat ilmenit (TiO2≥45%) dengan harga rata-rata sebesar USD 502,48/WE atau naik sebesar 2,16%. Konsentrat rutil (TiO2≥ 90%) dengan harga rata-rata sebesar US$ 1.523,48/WE atau naik sebesar 2,32% dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3≥ 42%) dengan harga rata-rata sebesar US$ 47,03/WE atau naik sebesar 10,35%.
Sedangkan untuk konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata US$ 221,68/WE dan pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54%) dengan harga rata-rata US$ 117,98/WE tetap tidak mengalami perubahan.
Seperti periode-periode sebelumnya, lanjut Wisnu, penetapan HPE periode April 2022 ini dilakukan dengan terlebih dahulu meminta masukan tertulis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).