Menurut Tiko, defisit Garuda bahkan lebih besar dibanding Jiwasraya.
"Jadi, ini rekor. Kalau dulu rekornya dipegang Jiwasraya, sekarang sudah digeser Garuda," ujarnya.
Baca Juga:
Sambut Tahun Ajaran Baru, PLN UID Jakarta Raya Hadirkan Promo Diskon Tambah Daya 50%
Benarkah demikian?
Berdasarkan catatan media, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengumumkan gagal bayar pada Oktober 2018.
Jiwasraya tak mampu melunasi klaim polis nasabah sebesar Rp 802 miliar.
Baca Juga:
PT DPM Rehabilitasi DAS, Hadirkan Manfaat bagi Lingkungan dan Masyarakat
Laporan keuangan Jiwasraya pada 2017 mencatat aset perusahaan sebesar Rp 23,26 triliun.
Sedangkan total kewajiban mencapai angka Rp 50,5 triliun.
Ekuitas negatif Rp 27,24 triliun.