Kemudian sektor akomodasi, makanan dan minuman 5,75 persen, komunikasi 4,34 persen, industri pengolahan 4,29 persen, pertanian 4,03 persen, jasa lainnya 3,91 persen, listrik dan gas 3,44 persen, jasa perusahaan 2,88 persen, transportasi 2,72 persen dan administrasi pemerintahan 1,58 persen.
Namun ada tiga sektor yang mengalami pertumbuhan negatif yakni konstruksi 1,21 persen, jasa keuangan 1,30 persen dan pengadaan air 9,87 persen.
Baca Juga:
BPS Aceh: Pengeluaran Per Kapita 2024 Naik 3,16 Persen dari 2023
Sumber pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan IV 2021 ini didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan memberikan kontribusi 2,05 persen, disusul perdagangan besar dan eceran 0,87 persen, industri pengolahan 0,81 persen, pertanian, kehutanan dan perikanan 0,63 persen, dan lainnya 0,76 persen.
Postur sumber pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan IV ini relatif menyamai triwulan III.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan IV 2021 (yoy) dipengaruhi oleh lima sektor, yakni konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,10 persen, konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) 4,01 persen.
Baca Juga:
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah Mencapai 9,89 Persen di Tahun 2024
Kemudian, konsumsi pemerintah 1,60 persen, pembentukan modal tetap bruto yang mengalami pertumbuhan minus 6,60 persen, ekspor luar negeri tumbuh 23,10 persen dan impor luar negeri yang terkontraksi 32,85 persen.
“Sebanyak 94,92 persen pembentukan PDRB Sumsel pada triwulan IV tahun 2021 ini berasal dari konsumsi rumah tangga dan PMTB,” kata dia.
Pada triwulan akhir 2021 ini, sumber pertumbuhan PDRB menurut pengeluaran (yoy) berasal dari ekspor luar negeri yang berkontribusi sebesar 4,40 persen, disusul konsumsi rumah tanggal 3,03 persen dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 0,03 persen. [tum]