Para peneliti berteori bahwa pertanian dimulai di Fertile Crescent dan menyebar ke wilayah tetangga. Namun, sekarang ahli berpendapat bahwa pertanian dikembangkan secara independen di berbagai tempat pada waktu yang berbeda.
Baca Juga:
Petani Tolangohula Terima Bantuan Benih Rp1,078 Miliar dari Gubernur Gorontalo
Ini berarti bahwa perkembangan pertanian adalah hasil dari berbagai faktor, termasuk kerapatan populasi manusia, ketersediaan sumber daya, dan faktor budaya yang berbeda di setiap wilayah.
Pertanian juga tampaknya dimulai dengan dua tanaman kunci, yaitu tanaman biji-bijian seperti gandum atau jagung, dan tanaman polong-polongan seperti kacang kuda atau kedelai. Tanaman-tanaman ini menjadi dasar pertanian dan memberikan sumber makanan yang stabil bagi manusia.
Penyebaran Pertanian
Baca Juga:
Legislator Penajam Paser Utara Ajak Anak Muda Berperan dalam Ketahanan Pangan
Meskipun belum sepenuhnya jelas mengapa pertanian dimulai pada waktu tertentu, tampaknya perkembangan ini terjadi pada Holosen awal, periode saat ini yang dimulai sekitar 12.000 tahun yang lalu, setelah zaman es terakhir.
Faktor-faktor seperti kerapatan populasi manusia yang lebih tinggi pada saat itu dan cocoknya tanaman dan hewan untuk pertanian berkontribusi pada perkembangan pertanian.
Ini adalah hasil dari berbagai faktor yang bekerja bersama-sama, termasuk kerapatan populasi, ketersediaan sumber daya, dan faktor budaya yang memengaruhi pilihan manusia.