“Kalau di ilmu kemiliteran, bagaimana mengelola potensi menjadi kekuatan. Sebagian dari kita hanya melihat, ‘oh ini potensi, potensi, potensi’, tapi tidak mampu mengelola menjadi sebuah kekuatan,” kata dia.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Langsa Said Mahdum Majid berharap kegiatan Jambore Petani Milenial Aceh dapat menjadi momentum untuk mengingatkan kembali peran penting dan strategis petani dalam pembangunan nasional.
Baca Juga:
Survei 2025 Ungkap Gen Z Paling Toleran dan Unggul dalam Literasi Al-Qur’an
Selain itu, kegiatan tersebut dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan antusiasme generasi muda dalam menggeluti sektor pertanian dengan menjadi petani yang maju dan modern.
“Dengan kesinambungan generasi petani dan kemajuan iptek di bidang pertanian, insyaallah kita akan mampu mewujudkan negara yang kuat dan berdaulat atas pangannya sendiri,” kata Said Mahdum.
Jambore Petani Milenial Aceh dihadiri 2.000 petani dan masyarakat kota Langsa yang bertujuan untuk meningkatkan gairah bertani, terutama bagi generasi muda.
Baca Juga:
Wamen PANRB dan Wamenhub Tinjau Posko Pusat Angkutan Nataru 2026, Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal
Dalam kesempatan itu, Moeldoko melakukan penanaman padi bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan menyerahkan bantuan bibit tanaman cabai rawit dan tomat.(jef)