Nantinya, sambung Idha, peserta yang sudah selesai melakukan magang dari Jepang selama 3 tahun ini diharapkan pulang ke tanah air dengan membuat rencana kerja, untuk membangun daerahnya melalui pengembangan pertanian dengan menerapkan teknologi yang diperoleh dari Jepang, dapat link dengan offtaker Jepang baik dalam negeri maupun luar negeri.
"Sepulangnya dari Jepang, adik-adik kami harapkan bisa menjadi kampiun petani muda di daerahnya masing-masing, menjadi mitra Kementerian Pertanian untuk membangun pertanian di daerahnya. Jadi selama di Jepang nanti adik-adik jangan semata-mata hanya bekerja, tapi pelajari juga cara kerjanya, etos kerjanya, dan pelajari juga teknologi-teknologinya," pesan Idha kepada peserta pelatihan.
Baca Juga:
Tarif 32% Trump Ancam Ekspor Indonesia, Pemerintah Didesak Bertindak Cepat
Direktur Polbangtan YoMa, Bambang Sudarmanto yang turut mendampingi saat peninjauan menjelaskan, pada tahun 2022/2023 ada sebanyak 25 Mahasiswa Tingkat Akhir Polbangtan YOMA berkesempatan untuk mengikuti pelatihan bahasa Jepang yang diselenggarakan oleh Pusdiktan.
"Mahasiswa menjalani pelatihan 5 hari dalam seminggu dengan. Dengan pelatihan intensif ini kami harapkan mereka dapat lebih siap dan mendapat bekal yang cukup jika nantinya dimagangkan ke Jepang. Sebanyak 25 mahasiswa ini melaksanakan kegiatan pelatihan disela-sela aktivitasnya sehari-harinya sebagai mahasiswa tingkat akhir yang juga harus mulai menyiapkan TA," kata Bambang.
Terpisah, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), program pendidikan dan pelatihan ini memberi kesempatan kepada petani muda Indonesia untuk menjadi pemimpin dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia.
Baca Juga:
Sambut Urbanisasi Pascamudik, Pemkot Bandung Siapkan Langkah Antisipatif
"Nantinya program ini akan memberi kesempatan kepada petani muda baik laki-laki maupun perempuan yang akan memainkan peran penting dalam pertanian dan pembangunan pedesaan di Indonesia untuk kerja dan belajar bersama pertanian di Jepang," ujar SYL.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanin (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menambahkan lewat program ini, para petani muda akan belajar seputar teknik pertanian, keterampilan manajemen pertanian, kegiatan pemuda pertanian, hingga fungsi masyarakat pedesaan di Jepang.(jef)