"Indonesia, sampai saat ini belum ada laporannya, tapi para peneliti mengatakan untuk tunggu dalam satu bulan ini," ujarnya.
Ia pun mengajak semua pihak waspada karena beberapa data awal tentang varian baru ini menunjukkan indikator yang mengkhawatirkan dan dapat mengubah arah pandemi, meskipun saat ini di Indonesia kasus COVID-19 sudah melandai dan situasi pandemi juga sudah agak melonggar.
Baca Juga:
BPK Perwakilan Sumut Terima LKPD Unaudited TA 2025 dari Pemkab Karo Tepat Waktu Sesuai Amanat Undang-Undang
"Sekarang situasi kita sudah mulai longgar dan jangan sampai kita kembali ke awal-awal pandemi, kerja WFH dan segala aktivitas dibatasi membuat kita sangat tidak nyaman. Untuk itu, jangan sampai kita abai dan tetaplah kita selalu waspada," katanya.
Sementara Direktur Keuangan PT Semen Padang Tubagus Muhammad Dharury menyampaikan webinar digelar untuk mengantisipasi penularan COVID-19 dan juga varian baru.
Ia mengajak seluruh insan Semen Padang Group dan juga keluarga serta masyarakat, untuk terus menerapkan protokol kesehatan.
Baca Juga:
Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025
"Jadi, meski angka penularan virus COVID-19 di Indonesia sudah melandai, termasuk di Semen Padang dan Semen Indonesia juga sudah zero, kita harus tetap waspada. Protokol kesehatan penting sekali untuk mengantisipasi penularan COVID maupun varian baru, meskipun kita telah divaksin," ujarnya. [kaf]