Health.WahanaNews.co | Hari Tuberkulosis Sedunia diperingati pada 24 Maret setiap tahunnya. Hari ini dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran akan epidemi global tuberkulosis (TB).
Hari TB Sedunia juga diperingati sebagai salah satu upaya untuk mengeliminasi penyakit yang menyerang paru-paru tersebut. Tahun ini, peringatan mengambil tema 'Invest to End TB, Save Lives'.
Baca Juga:
Pembinaan Kemampuan Prajurit, Kajasdam XX/TIB pantau Kenaikan Sabuk Bela Diri PSM di Wilayah Korem 042/Gapu
Tema kali ini mengajak semua orang untuk berinvestasi atau memberikan upayanya demi mengeliminasi TB.
Ketua Pokja Bidang Infeksi Paru PP Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Erlina Burhan mengatakan bahwa peran aktif perlu diambil. Tidak hanya oleh tenaga medis, atau khususnya dokter spesialis paru, tapi juga pemerintah dan masyarakat.
PDPI sendiri berkomitmen untuk meningkatkan tracing.
Baca Juga:
Paradoks Program "Gentengisasi"
"Sehingga notifikasi lebih meningkat dengan cara kolaborasi," ujar Erlina, dalam konferensi pers memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia, Rabu (23/4).
Selain itu, PDPI juga berkomitmen untuk meningkatkan layanan TB serta memberikan edukasi kepada semua pihak dengan memanfaatkan berbagai platform yang ada.
Tak hanya itu, diperlukan juga adanya dukungan dari pemerintah berupa alokasi dana penanggulangan TB. Erlina menyoroti pemerintah daerah yang mengandalkan alokasi dana penanggulangan TB dari pemerintah pusat.