"Sinyale opo toh? Aku enggak nangkep sinyal. Tanya sing melihat wae," ujarnya.
Ia mengaku ingin fokus menyelesaikan pekerjaannya sebagai Wali Kota Solo.
Baca Juga:
Survei 2025 Ungkap Gen Z Paling Toleran dan Unggul dalam Literasi Al-Qur’an
"Intine fokus dulu di Solo. PR-e isih okeh. PR dirampungke sik. Urusan pilgub ki urusan gampang," katanya.
Sebelumnya, Politikus PDIP Masinton Pasaribu menilai, momentum tersebut bisa menjadi kode kalau partai berlambang kepala banteng moncong putih itu akan mencalonkan Gibran di perhelatan Pilkada Jakarta atau Jawa Tengah.
"Ya bisa saja. Ya namanya kader. Ya satu di antaranya. Bisa untuk Jateng, bisa untuk DKI (Jakarta) ya kan. Itu kan partai yang memutuskan," kata Masinton seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (13/12/2022).
Baca Juga:
Wamen PANRB dan Wamenhub Tinjau Posko Pusat Angkutan Nataru 2026, Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal
Meski begitu, anggota Komisi XI DPR itu juga menyebut momen tersebut menunjukkan kedekatan antara Megawati dan Gibran.
Kedekatan itu pun dianggap Masinton layaknya keluarga, bukan sebatas jabatan di partai.
"Ya itu menampakkan secara psikologis, secara emosional memang dekat begitu loh, hubungan kekeluargaan. Relasinya bukan hanya karena jabatan, tapi memang relasi kekeluargaan sejalan," ujarnya. (jef)