Pelepasan sebelumnya telah dilakukan di Perairan Selat Karimata bagian Selatan sebanyak 3 (tiga) unit Drifters dan 2 (dua) unit Floats, Perairan Kepulauan Riau (Laut Natuna) sejumlah 3 (tiga) unit Drifters dan 3 (tiga) unit Floats serta di Laut Banda 3 (tiga) unit Drifters dan 2 (dua) unit Floats.
“Ke depan BMKG akan terus meningkatkan kerapatan jaringan observasi yang akan menginformasikan parameter meteorologi di perairan yang diamati secara real time,” jelasnya.
Baca Juga:
Wanokaka Nusa Tenggara Timur Diguncang Gempa 6.0 Magnitudo
Manfaat pelepasan drfiter dan floats
Eko menjelaskan, kegiatan pelepasan drifter dan floats dilakukan untuk memperkuat jaringan observasi dan sistem pemodelan cuaca laut guna mendukung layanan informasi cuaca maritim.
“Melalui alat tersebut akan diperoleh berbagai data yang dapat dimanfaatkan untuk asimilasi, serta validasi dan verifikasi model cuaca maritim untuk meningkatkan akurasi data,” ujarnya.
Baca Juga:
BMKG: Hari Raya Idulfitri, Waspada Hujan Lebat di Dua Hari Lebaran
Selain itu, data observasi yang diberikan juga dapat digunakan untuk mendukung keselamatan dan efisiensi pelayaran melalui inovasi-inovasi yang sedang dibangun di Pusat Meteorologi Maritim yaitu Ina-MaRFest dan INA-POWS.
“Diharapkan dengan dilepasnya peralatan ini dapat membantu ketersediaan data secara lebih menyeluruh, sehingga tercipta informasi cuaca maritim yang akurat,” kata dia. [jat]