Perhatikanlah, bahwa setan telah bersumpah untuk senantiasa menghalangi kita berbuat kebaikan. Ia akan berusaha agar kita selalu berada dalam kubangan maksiat. Allah Ta’ala berfirman tentang perkataan setan yang akan menggoda manusia,
“Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur“ (QS. Al-A’raf: 16-17).
Baca Juga:
Usai Salat Subuh, Bupati Madina Tinjau Langsung Lokasi Musibah Kebakaran Hutapuli
Oleh karenanya, setiap berhasrat untuk melakukan sesuatu yang mengarah pada kemaksiatan, segeralah menyadari bahwa setan sedang membisikkan godaan untuk melakukannya. Kemudian mohonlah perlindungan kepada Allah Ta’ala dengan membaca doa yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berikut,
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan, berubahnya al-âfiyah (kebaikan dunia dan akhirat –pen), balasan yang tiba-tiba, dan aku berlindung dari segala yang Engkau murkai” (HR. Muslim no. 2739).
Segera bertaubat ketika terlanjur melakukan dosa
Baca Juga:
Catat! Berikut Daftar Nomor Layanan Darurat di Indonesia dan Jenis Pelayanannya
Saudaraku, kita adalah hamba Allah yang lemah. Senantiasa berbuat kekeliruan dan kesalahan. Meski demikian, tetaplah berusaha untuk menjaga segala amanah yang diberikan Allah Ta’ala. Termasuk di antaranya adalah menjaga jiwa dan raga ini dari dosa-dosa. Apabila kita terlanjur terjerumus dalam kemaksiatan, segeralah memohon ampunan kepada Allah Ta’ala dan bertekadlah untuk tidak mengulanginya.
Diriwayatkan dari Abu Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman,
“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku mengampuni kalian” (HR. Muslim no. 6737).