Artinya, meskipun kita berada di era perkembangan dan kemajuan teknologi ini, tidak serta merta dimaklumi ketika berbuat dosa. Tidak ada alasan melakukan larangan Allah seenaknya dengan alasan sulit untuk menghindarinya. Bahkan, tidak sedikit pula yang beralasan tidak mengetahui bahwa hal yang sedang dilakukannya mengandung dosa.
Dampak dosa-dosa di dunia
Baca Juga:
Usai Salat Subuh, Bupati Madina Tinjau Langsung Lokasi Musibah Kebakaran Hutapuli
Pertama, kehidupan yang sempit
Orang-orang yang bermaksiat kepada Allah akan menghadapi kehidupan yang sempit, baik di dunia maupun di akhirat. Allah Ta’ala berfirman,
“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta” (QS. Taha: 124).
Baca Juga:
Catat! Berikut Daftar Nomor Layanan Darurat di Indonesia dan Jenis Pelayanannya
Dalam ayat di atas Allah Ta’ala menegaskan bahwa orang-orang yang melanggar batasan-batasan syariat Allah Ta’ala akan merasakan dampak dan akibatnya. Tidak hanya dampak di akhirat dengan keadaan buta, tapi dampak dari dosa juga akan dirasakan di dunia berupa kehidupan yang sempit.
Kedua, musibah demi musibah
Tidak dapat dipungkiri dan nyata terjadi, bahwa mereka menerima dampak di dunia dari dosa yang mereka lakukan. Dampak dosa tersebut berupa musibah demi musibah yang menimpa. Mulai dari bencana alam, hancurnya properti, hilangnya harta benda, kehilangan organ tubuh, kehilangan pekerjaan, dan berbagai musibah lain yang bersumber dari dosa-dosa yang dilakukan.