2. Jerami
3. Serbuk gergaji.
Baca Juga:
Polisi Ungkap Identitas Jenazah Pria yang Lehernya Nyaris Putus di Kupang
“Selama 60-90 hari, kami terus memantau aliran oksigen, suhu, dan tingkat kelembapan di dalam bejana tersebut,” jelasnya.“ ujarnya.
"Pemantauan konstan ini memungkinkan kami melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan untuk memastikan terramasi yang tidak bermasalah.” imbuhnya.
Pekerja mengatakan setelah tubuh jenazah selesai dalam pengomposan, kompos dikirim kembali ke keluarga. Pihak keluarga bebas menggunakan pupuk tersebut sesuai keinginan mereka.
Baca Juga:
Polres Subulussalam Evakuasi Penemuan Jenazah Seorang Pria di Desa Panglima Saman Kecamatan Runding
“Kremasi dan penguburan 'tradisional' AS sama-sama merusak lingkungan, keduanya menggunakan sumber daya yang luar biasa,” kata Smith.
“Terramation membutuhkan sumber daya yang sangat sedikit dan prosesnya hampir sepenuhnya pasif, sehingga sangat sedikit energi yang digunakan,” katanya.
Smith juga mengatakan proses tersebut memungkinkan orang yang dicintai untuk "lebih terlibat" dalam perawatan jenazah.