Virus itu berpotensi dibawa oleh daging babi selundupan atau ilegal.
Jika virus ASF sampai masuk ke sana, maka seluruh ternak babi terancam bisa mati semua.
Baca Juga:
Sokong Ekonomi dan Ketahanan Pangan, 175 Ekor Bibit Babi Disalurkan Pemkab Nias Barat ke BumDes
Dia mencontohkan di Medan, pernah ratusan ribu ekor babi mati dan dibuang ke dalam sungai akibat terpapar virus ASF.
"Bisa luluh lantak, Itu sumber devisa negara," ucapnya.
Untuk mencegah masuknya virus ASF itu, pihaknya rutin patroli dan melakukan pengawasan di pintu-pintu masuk pelabuhan dengan memeriksa barang bawaan penumpang.
Baca Juga:
Hewan Ternak di Cikande Terpapar Zat Radioaktif? Satgas Angkat Suara
"Sampai sekarang belum terdeteksi," ucap Raden. [gab]