Kendati naik dalam dua hari, saham IMAS masih ambles 6,90% dalam sepekan.
Sementara, saham ASII masih belum bergerak alias stagnan di harga penutupan kemarin, Rp 5.775/saham. Kendati saham mendatar, nilai transaksi saham emiten produsen mobil Toyota, Daihatsu, hingga Isuzu ini mencapai Rp 18 miliar.
Baca Juga:
Kejagung Jual 967 Ribu Saham Benny Tjokro Senilai Rp37,87 Miliar
Setali tiga uang, anak usaha ASII, AUTO, juga masih stagnan di Rp 1.115/saham.
Adapun, anak usaha IMAS, IMJS, malah turun 0,51% ke Rp 392/saham, setelah kemarin ditutup stagnan.
Penjualan mobil Indonesia bangkit pada tahun 2021. Sebelumnya penjualan mobil lesu akibat pandemi Covid-19 yang menekan perekonomian pada tahun 2020.
Baca Juga:
Prabowo: Harga Saham Boleh Naik Turun, yang Penting Pangan Aman
Ini adalah sebagai dampak relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil. Fasilitas itu dimanfaatkan konsumen membeli mobil baru yang terdiskon hingga puluhan juta.
Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler tumbuh 66% year-on-year (yoy) menjadi 887.202 unit.
Kembali tumbuhnya penjualan mobil pada gilirannya akan turut membantu kinerja emiten-emiten otomotif di BEI.