"Selain itu, perlu ditambahkan sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tubuh," katanya.
Untuk menghindari terjadinya dehidrasi saat berpuasa, konsumsi cairan juga harus tetap dijaga untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh minimal dua liter air setara dengan delapan gelas air per hari. Kebutuhan cairan tersebut ditutupi saat buka puasa ataupun sahur yang dapat dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan begah.
Baca Juga:
MD KAHMI Dukung Pemkab Tapteng Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Konsumsi susu kurma Saat berbuka puasa disunahkan memakan buah kurma, mengikuti sunnah Rasulullah Nabi Muhammmad SAW. Tak heran, jika pada saat bulan suci Ramadhan banyak kurma yang dijajakan.
Ternyata dalam perkembangannya, setelah buah kurma diteliti lebih lanjut, menurut data United States Department of Agriculture (USDA) Food Data Central, kurma mengandung tinggi karbohidrat, serta mengandung protein, lemak, serat, juga berbagai vitamin dan mineral. Kurma mengandung tinggi akan karbohidrat yaitu glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang merupakan sumber energi tubuh selama menjalankan puasa 14 jam.
Kandungan glukosa dan fruktosa yang tinggi pada kurma merupakan bentuk gula sederhana yang dapat cepat digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi. Sementara International Journal of Food Sciences and Nutrition melansir bahwa kurma kaya akan nutrisi yang dapat dikonsumsi untuk membantu mengembalikan energi yang hilang selama puasa, baik pada saat sahur maupun berbuka puasa.
Baca Juga:
Berikut Tips Supaya Tidak Lemas dan Ngantuk Saat Puasa
Dalam sebutir kurma dengan berat 24 gram rata-rata mengandung 66 kalori dan gula 16 gram, serta mengandung indeks glikemik yang rendah yaitu kurang dari 55. Indeks glikemik adalah besarnya kecepatan karbohidrat di dalam makanan untuk dapat meningkatkan kadar gula darah setelah makan. Hanya saja diingatkan bagi penderita diabetes, agar membatasi diri mengonsumsi kurma cukup satu hingga dua buah per hari saja.
Terlebih, buah asal Jazirah Arab ini termasuk buah yang tinggi kandungan gula. Sementara yang mengalami gangguan pencernaan, dianjurkan memakan kurma yang mengandung tinggi serat yang baik untuk kesehatan, karena dapat menjaga keseimbangan mikroflora di usus. Serat yang terdapat pada kurma yaitu serat larut dan tidak larut air.
Kandungan serat larut air dapat membantu menurunkan penyerapan kolesterol. Serat tidak larut air pada kurma dapat menarik air ke feses, membuatnya lebih lunak dan bervolume, sehingga fungsi pencernaan menjadi lancar. Dengan mengonsumsi tiga hingga lima buah kurma dapat memenuhi 20 persen kebutuhan serat harian.