WahanaNews.co | Pada umumnya pengeroposan gigi terjadi pada mahkota gigi atau corona gigi.
Dimana lapisan email atau lapisan terluar pada struktur permukaan mahkota gigi mengalami pengurangan unsur kalsium, dan mineral-mineral lain.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Sehingga kondisi tersebut menyebabkan gigi mengalami rampan karies.
Struktur gigi kurang lebih hampir sama dengan truktur tulang pada umumnya.
Kebutuhan mineral-mineral seperti kalsium, flour dan berbagai mineral-mineral penting yang dibutuhkan oleh gigi sangat mempengaruhi kekuatan gigi.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Pada umumnya, dampak paling besar terhadap pengeroposan gigi adalah faktor oral hygiene yang buruk atau kebersihan mulut yang tidak bagus.
Akibat oral hygiene atau kebersihan mulut yang tidak bagus menyebabkan bakteri Streptococcus mutans yang sering merusak permukaan gigi sangat efektif bekerja daripada melakukan pengerusakan atau desifikasi pada gigi.
Hal ini diakibatkan karena kondisi oral hygiene yang buruk, maka kondisi suasana rongga mulut menjadi asam dan sangat disukai oleh bakteri-bakteri yang merusak gigi.
Selain bakteri, yang dapat menyebabkan pengeroposan gigi adalah kasus fluorosis.
Kasus fluorosis ini adalah dimana kandungan fluor atau intake fluor dalam tubuh sangat tinggi.
Sehingga hal tersebut bisa menyebabkan pengerusakan atau pengeroposan pada permukaan gigi.
Salah satu tanda kondisi akibat fluorosis yaitu adanya bercak-bercak putih pada permukaan mahkota gigi.
Kerusakan gigi akibat fluorosis dan akibat bakteri memiliki perbedaan.
Pada gigi yang mengalami kerusakan akibat bakteri memiliki ciri bercak-bercak hitam kecoklatan.
Sedangkan kalau kerusakan gigi akibat mineral seperti fluor terlalu tinggi biasanya memiliki cici bercak-bercak putih pada permukaan mahkota gigi.
[kaf]