Desa wisata yang terletak di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, itu masuk ke dalam daftar 50 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Desa wisata tersebut mengandalkan wisata budaya peninggalan Kerajaan Majapahit. Pasalnya, desa wisata ini berada tepat di jantung ibu kota Kerajaan Majapahit.
Untuk merasakan sensasi tinggal di zaman Kerajaan Majapahit, pengunjung bisa menginap di homestay tematik dengan bangunan khas kerajaan. Selain itu, pengunjung bisa menyaksikan pertunjukan seni, seperti gamelan, keroncong, dan wayang kulit dari sanggar seni budaya Buddhis Majapahit.
Baca Juga:
Awal Desember 2023, Kasus COVID-19 Melonjak di Bali
Kemudian, wisatawan juga bisa mengunjungi patung Buddha Tidur. Patung yang berada di dalam Maha Vihara Majapahit itu merupakan penggambaran momen ketika sang Buddha akan meninggal.
Sebelum kembali ke rumah, jangan lupa untuk membeli cendera mata berupa batik Bejijong dan berbagai produk olahan kuningan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Wisata Majapahit Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, dengan berbelanja produk kreatif lokal, wisatawan turut berkontribusi dalam mempercepat kebangkitan ekonomi lokal.
Baca Juga:
Wamenparekraf Tinjau Penginapan di Yogyakarta
“Perjalanan wisata secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan ekonomi lokal antara 20 hingga 25 persen,” ujar Menparekraf.
Meski situasi pandemi Covid-19 mulai terkendali, Sandiaga mengimbau wisatawan agar mematuhi segala aturan perjalanan yang berlaku demi keamanan bersama. Salah satunya, vaksinasi lengkap, termasuk booster.
Selain itu, wisatawan juga harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) 6M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, serta menghindari makan bersama.