Ia mengatakan pada taman yang luasnya kurang dari 3.000 meter persegi itu nantinya akan digelar berbagai kegiatan yang bersifat tradisional setiap dua bulan sekali sebagai sarana edukasi dan religi.
Menurut dia, hal itu disebabkan Karangsari pada zaman dahulu terkenal dengan santrinya, sehingga diharapkan tidak sampai punah.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Sementara itu, Bupati Banyumas Achmad Husein memberikan apresiasi karena ada warga Karangsari yang sudah lama bekerja di Jakarta namun bisa mengembangkan destinasi wisata di Banyumas.
"Ini adalah pengembangan potensi lokal. Ini kan sebetulnya tanah yang 'nyelip' (tersembunyi, red.) ya, kalau tidak dibuat seperti ini hampir tidak ada apa-apanya tapi begitu diubah dan dikreasikan, menjadi sesuatu yang kemudian menarik," katanya.
Oleh karena itu, dia menyampaikan terima kasih dan berharap Taman Impean terus berkembang serta merangkul masyarakat sekitar.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Taman Impean yang letaknya "tersembunyi" sehingga mengusung tagline "Hidden Paradise" itu dilengkapi dengan berbagai wahana permainan anak seperti kolam dan kereta mini serta sarana lainnya untuk pengunjung yang ingin menikmati sejuknya alam pedesaan.
[kaf]