Sejak dulu, lanjutnya, sebanyak 90 persen fokusnya adalah pasar dalam negeri, jika dibedakan dengan pasar perusahaan dan pemerintah.
Baca Juga:
Heboh Investasi Bodong di Purwokerto, OJK Langsung Panggil Direksi Bank Mantap
Sementara itu, untuk hotel yang ia kelola di Bali yang juga memiliki pasar wisatawan mancanegara, pihaknya harus melakukan adaptasi di tengah pandemi dengan fokus ke pasar wisatawan Nusantara agar tetap hidup.
"Alhamdulillah selama dua tahun pandemi enggak ada satupun hotel yang kita tutup. Kita buka sekalipun dengan keterbatasan-keterbatasan fasilitas. Okupansi ada yang single digit, ada yang dua digit. Yang penting memang dua tahun terakhir ini kita harus survive," ujarnya.
Baca Juga:
Drama Menegangkan di Atap Gedung, Lansia Bawa Pisau dan Ancam Akhiri Hidup
Sementara itu, ia tidak menampik bahwa varian Omicron juga memberi dampak terhadap hotel-hotel yang dikelola.