Tambangnews.id | PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) terus menggenjot bisnis kontraktor pertambangan melalui anak usahanya PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA).
Selain di pasar dalam negeri, diketahui DOID juga telah memiliki cucu usaha yang memiliki bisnis di Australia.
Baca Juga:
Hadir di Indonesia, BrainEye Bakal Jadi Solusi Kesehatan Otak Berbasis Teknologi AI
Melalui anak usaha BUMA yang berada di Australia, BUMA Australia Pty Ltd, telah mendapatkan sejumlah kontrak baru dan perpanjangan kontrak untuk tahun ini.
CEO BUMA Australia, Collin Cilligan memaparkan, sebelum diakuisisi oleh BUMA Australia dari Downer, bisnis jasa pertambangan ini telah dimulai sejak tahun 1922 melalui Roche Bros Mining.
Roche Bros merupakan pelopor dari penggunaan backhoe tractors, yang membantu menjadikan Australia di garis depan dalam penambangan terbuka.
Baca Juga:
Apresiasi Importir Australia, Pemerintah Indonesia Serahkan Primaduta Award 2024
“BUMA Australia mempekerjakan lebih dari 1.000 karyawan, memiliki kapasitas produksi 160 juta BCM dan memiliki 4 pelanggan yang seluruhnya berlokasi di Queensland,” paparnya dalam acara public expose virtual, Rabu (29/6).
Tidak hanya melakukan penambangan batubara thermal, BUMA Australia juga melakukan penambangan batubara kokas.
“Dalam semester pertama tahun 2022 telah berhasil memperoleh perpanjangan kontrak maupun kontrak baru dari pelanggan baru,” ungkapnya.