Senada, Anggota Komisi VII DPR Muhammad Nasir juga merasa janggal dengan aksi pergantian di level direksi perusahaan tambang pelat merah.
Dia pun juga meminta agar pergantian tidak hanya menyasar ke Direktur Utama saja.
Baca Juga:
Komisi VI DPR RI Setujui Pagu Indikatif, Mendag: Fokus Dukung Program Prioritas Nasional
"Kok Dirutnya saja yang diganti? Bawahnya ini yang terus buat masalah tidak diganti ganti," ujarnya.
Seperti diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir di pengujung tahun 2021 mengganti jajaran direksi tiga perusahaan tambang pelat merah secaara serempak.
Erick mencopot Dana Amin pada posisi puncak Antam dan menggantinya dengan mantan CEO Vale, Nico Kanter.
Baca Juga:
Wakil Ketua Komisi VI Nilai SIG Dorong Sektor Konstruksi Berkembang
Kemudian mencopot Mochtar Riza Pahlevi Tabrani dan menunjuk Achmad Ardianto menjadi Dirut PT Timah, dan mengangkat Arsal sebagai Dirut PTBA, menggantikan Suryo Eko Hadianto.
Adapun Pergantian ini menyusul perombakan yang sebelumnya telah berlangsung pada Holding BUMN tambang yakni MIND ID, di mana Erick mencopot Orias Petrus Moedak dari posisi direktur utama dan menggantinya dengan Hendi Prio Santoso.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga sebelumnya mengatakan penggantian Dirut untuk penyegaran tim manajemen di MIND ID dilakukan guna mengakselerasi transformasi industri tambang berkelanjutan.