Bambang mengatakan kendaraan hasil pabrikan Perancis ini, hanya berbentuk bus kecil. Namun nantinya saat diterapkan pada IKN bisa lebih besar lagi.
"Nanti bisa lebih besar lagi yang tidak ada sopirnya dikendalikan secara otomatis atau opsi lain bus bus kecil seperti ini bisa dirangkai," katanya.
Baca Juga:
Hibah Rp115,94 Miliar untuk Smart City IKN, MARTABAT Prabowo-Gibran: Investasi Pengetahuan dan Teknologi
Dari bayangannya nantinya kendaraan listrik otonom yang diterapkan tidak dengan rute yang tetap, melainkan on demand.
"Kita harapkan rutenya gak fix, nanti mereka bisa buat optimasi rute. kalau lihat sekarang kan rutenya fix, tapi nanti on demand dan dynamic dari rutenya," katanya. [tum]