Jurnalmaritim.id | Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang hebat.
“Kita hebat, karena kita bisa menangani Covid-19 dan krisis ekonomi di masa sulit dengan baik juga selama 2,5 tahun ke belakang ini,” tegas Menko Luhut mengawali materinya saat memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas) secara hybrid, pada Jumat (19/8/2022).
Baca Juga:
Resmikan Bandara Dhoho Kediri, Luhut: Bandara Pertama yang Dibangun Tanpa APBN
Kuliah umum bertajuk Maritime Goes to Campus adalah pembuka rangkaian acara Bulan Literasi Maritim 2022, yang digelar Kemenko Marves.
Luhut menyampaikan materi pengelolaan maritim di Indonesia menuju kemandirian Indonesia untuk Indonesia maju, terdiri dari berbagai macam topik, dimulai dari penjelasan terkait Visi Maritim 2045, transformasi ekonomi untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, hilirisasi industri, peningkatan efisiensi melalui digitalisasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga mengenai green port, dan smart port.
“Indonesia adalah bangsa maritim yang hebat, dengan berbagai sumber daya yang bisa membuat kita maju,” tutur Menko Luhut memasuki pemaparannya terkait kemaritiman.
Baca Juga:
Luhut Pandjaitan: Pabrik di Jakarta Dipasang Sensor Deteksi Gas Kurangi Polusi Udara
Lebih lanjut, Menko Luhut mengatakan bahwa Visi Indonesia 2045 adalah menjadi negara maju sebelum 2045 dan pusat peradaban maritim dunia.
Pernyataan ini secara optimis dikatakan Menko Luhut dengan melihat data terkait Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita yang mendekati US$ 10.000 dengan prediksi 3,0 triliun dalam 1 dekade ke depan.
Terkait pencapaian visi pusat peradaban maritim dunia, Menko Luhut menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara maritim berkontribusi untuk pertumbuhan blue economy nasional, regional, dan internasional.