Menurut Opik, mahalnya harga cabai itu membuat penjualannya jadi menurun. Para konsumennya, mengurangi pembelian cabai setelah mengetahui mahalnya harga komoditas tersebut.
"Yang biasanya beli sekilo, jadi setengah kilo. Yang biasanya beli setengah kilo, jadi seperempat kilo. Yang biasanya beli seperempat kilo, jadi cuma satu ons," tutur Opik.
Baca Juga:
Soal Tom Lembong Tak Perkaya Diri dalam Impor Gula, Begini Penjelasan Kejagung
Opik menjelaskan, untuk menggantikan cabai itu, para konsumennya banyak yang beralih pada cabai kering. Hal tersebut membuat penjualan cabai keringnya jadi meningkat.
Opik menyebutkan, harga cabai kering saat ini mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Dia mengatakan, konsumennya membeli cabai kering sebagai campuran cabai segar. Karena itu, mereka biasanya hanya membeli seperempat kilogram.
"Meski lebih pedas, tapi kalau full pakai cabai kering rasanya tetap kurang enak. Jadi, mereka beli untuk dicampur (cabai segar dan cabai kering)," kata Opik.
Baca Juga:
Didakwa Rugikan Negara Rp515 Miliar, Tom Lembong Kecewa
Opik mengatakan, harga cabai kering hingga kini tidak mengalami kenaikan. Menurutnya, cabai kering itu merupakan impor dari Vietnam.
Sementara itu, salah seorang penjual masakan, Kurnia, mengaku terpaksa menggunakan cabai kering untuk dicampur dengan cabai segar dalam masakannya. Hal tersebut dilakukannya untuk mengimbangi mahalnya harga cabai segar.
"Kalau pakai cabai segar full sekarang gak kuat, harganya mahal sekali," tandas Kurnia. [jat]