Wajib bagi setiap muslim untuk lebih mencintai Allah dari cinta kita kepada jabatan. Wajib bagi setiap muslim untuk mengutamakan akhirat dari dunia.
Sebisa mungkin kita hindari menerima jasa kebaikan dari orang yang kita ragukan keikhlasannya.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Jika kita sudah terlanjur menerima kebaikan dari orang lain dan ternyata dia meminta kita (meskipun secara halus) untuk berbuat dosa atau mengikuti pemahamannya yang bertentangan dengan Al Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka HARAM atas kita mengikuti pemahaman orang tersebut.
Balas budi kita kepadanya dan terimakasih kita kepadanya adalah dengan mendoakannya agar Allah memberinya hidayah dan kita berusaha (semampu kita) untuk menyelamatkannya dari penyimpangan.
Kita bisa memberinya buku-buku yang bermanfaat, kaset-kaset yang menjelaskan pemahaman yang benar dan membantah pemahamannya yang sesat dengan cara yang baik jika orang yang telah berjasa kepada kita memang orang baik.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Jika ia bukan orang baik maka cukup doakan saja dan kita menghindari dari keburukannya.
Bagi para pemimpin dan pejabat hendaknya bersikap tegas dan adil sesuai syariat Islam bagaimana seharusnya menghukum jika ada bawahannya atau siapapun yang berbuat salah yang memang seharusnya untuk dihukum.
Seorang hakim berkewajiban bersikap adil saat memutuskan perkara siapapun yang diadilinya.