Yang lebih hebat lagi, kerajinan bambu dari desa ini juga sudah merambah pasar ekspor. Terakhir, Desa Gintangan mengekspor bambu ke Maldives sebanyak 15 ribu lonjor.
"Tidak hanya Sumber Daya Alam bambu saja, namun Sumber Daya Manusia (SDM) pengrajin bambunya juga mengerjakan di Maldives, itu semua karena kualitas SDA dan SDM dari Desa Gintangan, Banyuwangi itu sendiri,” ujar Sukron.
Baca Juga:
UMKM Jatim Berhasil Ekspor Perdana Gerabah Inovatif ke Jepang
Bangkitnya UMKM Banyuwangi ini juga menjadi dasar PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) untuk meningkatkan perannya di kota ujung Pulau Jawa ini, melalui penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Ke depan Askrindo tetap berkomitmen untuk berpartisipasi memperkuat pemulihan ekonomi nasional khususnya melalui Penjaminan Kredit di segala sektor usaha yang kredibel.[zbr]