UMKM.WahanaNews.co | Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) difasilitasi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendapatkan sertifikat halal.
Hal ini dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang membantu para UMKM mitra binaan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga:
KAI Layani 11,8 juta Pelanggan Selama Masa Angkutan Lebaran 2025
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin mengatakan ASDP berkomitmen untuk mendukung UMKM yang berada di lingkungan kerja pelabuhan yang dikelola dapat meningkatkan kualitas produknya, termasuk mendorong agar bersertifikasi halal untuk bahan baku yang digunakan.
Produk yang bersertifikat halal tentunya memiliki daya saing tinggi, dan sebagai salah satu perhatian, ASDP menggelontorkan dana sebesar Rp 271 juta melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)dengan menggelar Pelatihan dan Pengadaan Sertifikasi Halal untuk Mitra Binaan ASDP.
"Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan kapasitas jual beli bagi para mitra binaan. Selain itu, dengan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para mitra binaan, khususnya dalam penerapan sistem jaminan halal pada produk yang dihasilkan. Dan dengan adanya sertifikat ini maka kita berharap ikut mendongkrak pendapatan dari para UMKM mitra binaan dengan meningkatnya penjualan produk yang dihasilkan," kata Shelvy dalam keterangannya, Senin (1/8/2022).
Baca Juga:
PELNI Catat Jumlah Penumpang Mudik Lebaran 2025 Melebihi Tahun Sebelumnya
Sesuai arahan dari Kementerian BUMN, ASDP menjalankan kegiatan TJSL yang terbagi dalam tiga kategori. Pertama, bidang Pendidikan. Kedua bidang Lingkungan Hidup, dan yang terakhir adalah Pemberdayaan UMKM.
Adapun kegiatan Pelatihan dan Pengadaan Sertifikasi Halal di Labuan Bajo merupakan bagian dari kategori Pemberdayaan UMKM.
Secara keseluruhan di Labuan Bajo ada 22 UMKM binaan, 10 diantaranya bergerak di bidang kuliner yang mendapatkan pelatihan kali ini.
Advertisement