Singkat cerita pasca kemerdekaan, Rian mengatakan kopi Sukabumi sempat berada di posisi terendah. Harga kopi turun dan para petani mulai beralih ke komoditas lain mulai dari karet, teh hingga sawit.
"Sempet redup karena harga yang murah terus proses pasca panennya juga panjang. Jadi para petani itu beralih ke komoditi lain karena kopi itu dianggap murah padahal setelah eksis kembali Kopi Sukabumi ya harganya lumayan, apalagi kalau proses pasca panennya bagus, dia harganya bisa lebih tinggi," katanya.
Baca Juga:
Pemkab Samosir Dukung Terobosan HKBP Peduli Alam Kawasan Danau Toba
Ada dua jenis yang diproduksi di Sukabumi yaitu Robusta dan Arabica. Namun, kata dia, Robusta lebih terkenal karena biji kopi yang dihasilkan memiliki cita rasa manis.
Kini, Kopi Sukabumi mulai lagi menunjukkan taringnya. Seluruh nusantara sudah menjadi market kopi Sukabumi misalnya seperti Batam, Bandung dan lain-lain.
Eksistensi kopi Sukabumi juga didukung oleh beberapa roastery dan prosesor kopi. Bahkan, Kedai Palagan pernah membawa kopi Sukabumi dalam pameran kopi di Belanda.
Baca Juga:
Gubernur Jabar Panggil Walkot Depok usai Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas
"Untuk sekarang misi kita salah satunya dari petani untuk proses pasca panen yang lebih bagus lagi, meningkatkan kualitas dari petaninya juga terus menuju market yang lebih bagus. Jadi mulai eksis lagi untuk kopi Sukabumi dalam beberapa tahun terakhir," tuturnya.[kaf]