WahanaNews-Tani | Peneliti ahli utama dari Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Agus Kardinan mengemukakan bahwa pupuk organik bisa digunakan untuk memulihkan lahan pertanian yang kandungan bahan organiknya menurun.
Dalam acara diskusi mengenai sistem pertanian organik di Jakarta, Rabu (7/6/2023) melansir Antara, dia menyampaikan bahwa penggunaan pupuk sintetis secara berlebihan dalam durasi lama telah menyebabkan banyak lahan pertanian mengalami degradasi kualitas, terutama di Pulau Jawa.
Baca Juga:
Lompatan BSPS 2026, Maruarar Sirait Minta Penyaluran Bantuan Berdasarkan Kajian Ilmiah
Menurut Agus, sekitar 60 persen area pertanian lahan kering di Jawa tanahnya memiliki kandungan bahan organik kurang dari satu persen.
Padahal, sayuran memerlukan tanah dengan kandungan bahan organik lebih dari dua persen untuk tumbuh baik.
Agus mengatakan bahwa secara keseluruhan sekitar 65 persen lahan pertanian di Indonesia memiliki kandungan bahan organik di bawah dua persen.
Baca Juga:
Panggil Kepala BRIN, Presiden Prabowo Perintahkan BRIN Perkuat Inovasi Strategis Bangsa
Di Indonesia, ia melanjutkan, hanya sekitar 29 persen lahan pertanian yang punya kandungan bahan organik dua sampai tiga persen dan hanya enam persen lahan pertanian yang mengandung bahan organik di atas tiga persen.
Penurunan kandungan bahan organik di lahan pertanian di Indonesia dipengaruhi oleh penggunaan pupuk sintetis.
Menurut data Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI), sepanjang tahun 2017 sampai 2022 penggunaan pupuk di Indonesia berkisar 10 sampai 11 juta ton per tahun, yang didominasi oleh pupuk urea, SP-36, ZA, dan NPK. Penggunaan pupuk organik hanya sekitar lima persen keseluruhan penggunaan pupuk.