"Karena pendampingan pemerintah itu cukup sekali. Bahkan untuk sektor peternakan, sperma, itu digratiskan, mulai sperma beku, sampai bagaimana masa kebuntingan dan melahirkan, kalau perlu sampai off taker. Itu pesan pemerintah pusat," ungkapnya.
Ia menuturkan bahwa pemerintah saat ini sedang menyiapkan sejumlah infrastruktur teknologi untuk mendukung para petani milineal untuk mau bercocok tanam.
Baca Juga:
Penyuluh Pertanian Garda Terdepan Wujudkan Swasembada Pangan Nasional
Beberapa teknologi canggih yang sedang disiapkan seperti traktor tanpa awak yang dapat dikemudikan jarak jauh, hingga program penyiraman jarak jauh yang diklaim sudah dikembangkan Kementan melalui Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) di Serpong, Tangerang.
"Punya PEPI, di Serpong, itu teknologi pertanian, seperti traktor tanpa awak, punya kebun di Sulawesi menyiramnya bisa dari Jakarta. Saat ini IT sudah mulai dipergunakan dan dikembangkan. Kita punya Agriculture forum di Gedung A, itu setiap hari ada kegiatan menyapa baik penyuluh atau pelaku pasar," tandasnya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]