Tak lagi menjabat sebagai menteri, tak berarti ia berhenti berkarya untuk negeri. Berbagai kegiatan sosial politik terus ditekuni.
Pada tahun 2016, dia mendirikan Institut Harkat Negeri (IHN), sebuah lembaga kajian, pendidikan dan penerangan di bidang kepemimpinan.
Baca Juga:
Sudirman Said: Jakarta Masuki Masa Transisi, Pilih Gubernur yang Sejalan dengan Pemerintah Pusat
Memenuhi panggilan perjuangan, ia maju sebagai calon Gubernur Jawa Tengah pada tahun 2018. Hingga saat ini, Sudirman Said masih aktif pengajar di berbagai perguruan tinggi dan menjadi pembicara berbagai forum publik.
Pada tahun 2020, ia ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Politeknik Harapan Bersama (YPHB).
Selain Sudirman, sejumlah tokoh lain yang menerima penghargaan ini adalah Retno Lestari Priansari Marsudi (Menteri Luar Negeri RI), Taj Yasin Maimoen (Wakil Gubernur Jateng), Hadi Prabowo (Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri) dan Gibran Rakabuming Raka (Wali Kota Solo).
Baca Juga:
Sudirman Said Batal Maju Pemilihan Gubernur DKI Lewat Jalur Independen
Kemudian, Haerudin (Kepala Badan Kesbangpol Jateng), Arsul Sani (Wakil Ketua MPR RI) serta Casytha Arriwi Kathmandu (Anggota DPD RI).
Lalu, Firman Soebagyo (Anggota DPR RI), Fadholi (Anggota DPR RI), Sriyanto Saputro (Anggota DPRD Jateng) dan Fahrudin Bisri Slamet (Ketua DPRD Demak).
Ada pula kalangan pengusaha, yakni Irwan Hidayat (Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk) dan Joko Suranto (CEO Buana Kassiti Group).