WahanaNews-Otomotif | Mobil listrik masih belum banyak diterima oleh masyarakat luas. Sebab, harganya yang masih terbilang tinggi. Tapi, Honda ternyata sudah mengetahui solusinya.
Dikutip dari Carbuzz.com, Rabu (7/9/2022), solusi yang dimaksud adalah baterai solid-state. Teknologi ini merupakan baterai mobil listrik berisi kimia berbentuk padat.
Baca Juga:
Libur Nataru, PLN UP3 Nias Siapkan SPKLU untuk Layani Pengguna Mobil Listrik
Banyak pabrikan otomotif sekarang ini memandang baterai solid-state sebagai langkah untuk maju. Honda merupakan pabrikan terkini yang mengembangkan teknologi tersebut.
Menurut Honda, dengan penggunaan baterai solid-state, mobil listrik bisa memiliki harga yang bersahabat. Teknologi ini bisa menjadi perubahan yang besar.
Belum banyak yang membicarakan kelebihan baterai solid-state. Padahal, baterai yang menggunakan material keramik padat ini bisa pengecasannya bisa lebih cepat. Selain itu, jarak tempuh juga lebih jauh dan mengurangi risiko terbakar.
Baca Juga:
Sambut Nataru, PLN dan Mitra Siapkan 4.514 SPKLU di 2.862 Titik serta 69.000 Personel di 3.392 Posko Nasional, ALPERKLINAS: Mobil Listrik Aman Dibawa Mudik
Sayangnya, teknologi ini masih jauh sampai masuk ke tahap produksi. Sementara itu, Honda sudah berinvestasi 310 juta dolar AS untuk program tersebut.
Jepang dilaporkan akan mulai memproduksi baterai solid-state pada 2024. Komponennya tidak akan digunakan pada kendaraan sekarang ini. Tapi, proyek tersebut akan membuat Honda bisa mengevaluasi performa dan kemampuan produksi.
Selain Honda, beberapa pabrikan yang mulai fokus pada pengembangan baterai solid-state adalah Toyota, Ford, dan BMW. [afs]