7. PT KAI sebesar Rp 4,1 triliun yang akan digunakan dalam rangka memenuhi setoran modal porsi Indo untuk penambahan pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
8. PT Reasuransi Indonesia Utama sebesar Rp 3 triliun yang akan digunakan dalam rangka perbaikan tingkat kesejhatan untuk mendapatkan rating inter guna penguatan kapasitas bisnis perusahaan (pengembangan usaha).
Baca Juga:
Dony Oskaria Ungkap Mesin Raksasa BUMN, Kontribusinya Tembus Rp700 Triliun
9. Perum Damri sebesar Rp 867 miliar yang akan digunakan dalam rangka penyediaan armada untuk penugasan perintis, KSPN, armada bus listrik, untuk perkiraan melalui buy the service dan untuk meningkatkan kapasitas bisnis perusahaan (penugasan dan pengembangan usaha).
10. Perum Airnav Indonesia sebesar Rp 790 miliar yang akan digunakan dalam rangka mencapai seamless air traffic management (ATM) di kawasan regional serta mendukung program strategis pemerintah melalui modernisasi ATM sistem (penugasan).
Daftar PMN Non Tunai:
1. PT LEN Industri (Persero) atau Holding Pertahanan Defend ID sebesar Rp 838 miliar yang akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan perbaikan kinerja perusahaan.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran: Konsolidasi Anak Usaha BUMN Akan Perkuat Daya Saing Ekonomi Nasional
2. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau Holding Pangan ID Food sebesar Rp 2,6 triliun yang akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan perbaikan kinerja perusahaan. [JP]