Melalui dana pengembangan desa wisata itu, kata dia, potensi desa diharapkan bisa digali dan menjadi sejumlah sajian pariwisata atau produk pariwisata.
“Tahun ini total ada 131 desa wisata yang mendapat dana stimulan dengan anggaran Rp18,5 miliar. Yakni dua desa wisata maju masing-masing Rp1 miliar, sembilan desa wisata berkembang masing-masing Rp500 juta, 120 desa wisata rintisan masing-masing Rp100 juta,” tambah Riyadi.
Baca Juga:
Sawah Pelangi Namang Ditata PLN Peduli, ALPERKLINAS: Listrik Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Selain itu, bebernya, Disporapar melakukan pembinaan pengelolaan desa wisata. Seperti pelatihan mengenai penciptaan produk, diversifikasi dan inovasi produk, tata kelola dan manajemen.
“Ada pula pembinaan kewirausahaan terdiri pembuatan paket wisata, digital marketing, dan kewirausahaan. Peningkatan kapasitas SDM dan lelembagaan, Dan, penguatan event, fasilitasi event di desa wisata,” tuturnya.
Sementara, Ganjar Pranowo menuturkan bahwa pihaknya selalu mendorong desa-desa untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Selain itu juga dapat membangun jejaring.
Baca Juga:
Desa Wisata Jadi Jantung Ekonomi Otorita IKN, MARTABAT Prabowo-Gibran Dorong Sosialisasi Masif ke Masyarakat
“Ini bantuan keuangan yang kita berikan kepada desa-desa, yang kemudian dikembangkan untuk desa wisata. Ternyata hasilnya bagus. Kades (kepala desa) beserta seluruh komponen masyarakatnya mencoba berpartisipasi, sehingga potensi-potensi desanya bisa dikembangkan,” tandas Ganjar.[gab]