Berawal dari Keprihatinan Anak Kecanduan Gadget
Sementara itu, Pengelola Saung Abah Apud Cecep Muhamad Syehabudin menceritakan awal mula mendirikan tempat wisata ini. Cecep mengaku prihatin dengan kondisi di era teknologi saat ini. Anak-anak lebih cenderung menghabiskan waktunya di depan layar smartphone dan jarang beraktivitas. Maka dibuat Saung Abah Apud ini sebagai tempat wisata murah dan terjangkau.
Baca Juga:
Cerita di Balik Aroma Kopi Oishii: Transformasi Ekonomi UMK Batui Bersama PLN UIP Sulawesi
"Sekarang anak-anak 'ngoprek wae hape' dari pagi sampai sore. Jadi tempat wisata ini sebagai upaya bagaimana caranya agar anak tidak 'tungkul' (tunduk) terus ke hape, supaya ada kegiatan," ujar Cecep.
Cecep mengaku awalnya hanya punya dua domba Merino dan beberapa binatang lainnya. Tujuannya untuk anak-anak PAUD dan TK di wilayah Sindangkasih. Ternyata animo masyarakat cukup tinggi hingga akhirnya dibuka untuk umum.
"Sekarang dari mana-mana mulai berdatangan. Jadi saya perbesar lokasinya ditambah beberapa saung-saung dan spot selfie," katanya.
Baca Juga:
Tak Hanya Bangun Sekolah, Program Revitalisasi Dorong Ekonomi Lokal dan Pemerataan Pendidikan
Cecep berharap keberadaan Saung Abah Apud ini bisa memberikan manfaat dan edukasi bagi anak-anak. Ia pun berharap adanya dukungan dari pemerintah setempat untuk sama-sama membangun kebun binatang mini ini. [kaf]