Junior Community Development Reef Ceck Derta Prabuning mengatakan hingga saat ini total 11 unit geotagging telah terpasang di paus biru dan pari mata di Raja Ampat sejak awal 2021.
"Ada dua jenis tagging yang dipasang, ada penanda yang berhubungan dengan satelit berjumlah lima unit paus biru dan enam unit tagging akustik yang berhubungan dengan receiver kita pasang di pari manta," katanya.
Baca Juga:
David Dimara: Pariwisata Versus Tambang di Raja Ampat
Ia mengatakan geotagging satelit memanfaatkan teknologi GPS yang memungkinkan pergerakan paus biru dapat termonitor dalam skala luas.
Sedangkan geotagging akustik akan memberi sinyal kehadiran pari manta saat melintas di sekitar radius alat receiver.
"Alat receiver akustik ada tiga unit kita pasang di kawasan wisata Holgam dan Wayag," ujarnya.
Baca Juga:
Konflik Antar Kelompok Masyarakat di Manyaifun Akibat Tambang, Pemda Raja Ampat Mati Suri
Ia mengatakan program geotagging juga berhasil mencatat penambahan 35 individu baru pari manta di Raja Ampat dalam setahun terakhir. [jat]