Kagum Melihat Kekompakan
Ketertarikan Mayra pada dunia RUKIBRA bermula dari rasa kagum.
Baca Juga:
Rajiv Minta Evaluasi Perizinan Wisata Pertambangan dan Alih Fungsi Lahan Bandung Raya
“Aku senang lihat pasukan pengibaran bendera. Gerakannya kompak, semua terlihat keren dan berwibawa,” ujar putri pertama dari pasangan Bapak Nugroho Arie Putranto dan Ibu Riri Arviani ini, penuh semangat.
Alhasil, ia bertekad untuk bisa ikut jadi bagian dari pasukan pengibar bendera.
“Aku pengin ngerasain gimana rasanya baris dengan kompak, ngebawa bendera dengan penuh tanggung jawab, dan teriak aba-aba dengan lantang,” tuturnya sambil tersenyum.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Hentikan Penerbitan Izin Perumahan Usai Bandung Raya Dikepung Bencana
Baginya, setiap langkah dan komando punya makna. “RUKIBRA ngajarin aku buat nggak asal bergerak. Semua harus punya irama, dan kalau udah kompak, rasanya luar biasa,” ucapnya.
Dari Pandangan Sebelah Mata ke Pembuktian Diri
Menjadi komandan pleton bukan hal mudah bagi Mayra. Saat pertama kali ditunjuk, tak sedikit yang meragukannya. “Awalnya aku sedih, tapi itu malah bikin aku makin semangat,” katanya.