Martabat NET | Fahmi Idris, Menteri Ketenagakerjaan era BJ Habibie, meninggal dunia pada Minggu (22/5). Pihak keluarga mengungkapkan Fahmi menderita kanker darah.
"Almarhum ini sudah terkena kanker dari 2014 tapi luar bisa semangat hidupnya luar biasa," ungakap menantu Fahmi Aldwin Rahadian kepada wartawan di TPU Tanah Kusir.
Baca Juga:
Akbar Tanjung, Politikus Senior Golkar Mendukung Anies Capres 2024
Suami dari Fahira Idris itu mengatakan setelah diketahui mengidap kanker, orang tua Fahmi berpesan agar Fahmi melanjutkan gelar doktoralnya. Fahmi pun menurut dan berhasil mendapat dua gelar doktoral secara bersamaan, yaitu doktoral Manajemen dan doktoral Filsafat UI.
"Terakhir beliau mendapat gelar kehormatan profesor dari Universitas Negeri Padang. Ketika kemudian mungkin sudah tercapai semua apa yang sudah diinginkannya, memang tiba-tiba karena faktor myeloma tadi, kanker darah tadi, nge-drop kondisinya," kata Aldwin.
Fahmi Idris Dimakamkan di Tanah Kusir, Satu Liang Lahat Bersama Istri
Baca Juga:
Indonesia Juara Ke-3 SEA Games, Menpora: Bukti DBON Ampuh
"Ditambah ada triger, pemicunya adalah infeksi sehingga karena kanker darah, komplikasi," imbuhnya.
Kemudian, pada Rabu (18/5) lalu kesehatan Fahmi drop dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Di saat yang bersamaan, Fahira sedang berada di Swedia untuk pekerjaan.
"Jadi beberapa hari ini dengan kondisi drop itu mungkin menunggu putri pertamanya, Fahira. Jadi ketika tadi sampai, pagi-pagi, dan Fahira berkomunikasi, memanggil, ayahandanya itu bereaksi ingin berbicara tapi memang sudah banyak alat itu, dan tensi darah dan sebagainya," tutur Aldwin.
Aldwin mengenang almarhum sebagai sosok yang menginspirasi bagi keluarga besar.
"Jadi saya sebagai menantu, tentu beliau menjadi inspirasi bagi keluarga besar semua. Apalagi mewanti-wanti soal pendidikan. Terus bagaimana selalu berkontribusi pada kepentingan banyak orang," ujarnya.
Suami dari Fahira Idris itu mengenang Fahmi bersama dirinya dan Fahira mengambil kuliah doktor di waktu yang bersamaan pada 2015. Namun, Fahmi menyelesaikan kuliahnya lebih dulu.
"Sedang sama-sama startnya sama kuliah doktornya tapi ternyata bapak yang duluan kita berdua belakangan. Beliau minta itu dituntaskan dulu jangan kalah sama saya begitulah," kata Aldwin.
Ia menambahkan, Fahmi berpesan agar keluarga selalu kompak dan dapat bermanfaat untuk orang lain.
Sebelumnya, Fahmi Idris meninggal dunia pada Minggu pagi. Kabar duka disampaikan oleh anaknya, Fahira Idris melalui instagramnya.
Dalam informasi itu, Fahira menyebut ayahnya meninggal pada pukul 10.00 di RS Medistra.
Setelah disemayamkan di Rumah Duka, Mampang Prapatan IV Nomor 20, Jakarta Selatan. Jenazah dimakamkan di Pemakaman Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Jenazah Fahmi dimakamkan satu liang lahat bersama almarhumah istrinya, Kartini Merdeka, yang meninggal delapan tahun lalu. [tum]