Mereka tidak yakin bahwa tanamannya akan tumbuh dengan baik jika tidak terdapat pupuk urea di dalam tanah tersebut.
"Jadi paradigma ini yang harus dibereskan, mengembalikan kepercayaan petani dan ini juga akibat revolusi hijau yang membuat petani lebih berpikir instan dari pada mengelola pupuk sendiri," imbuhnya.
Baca Juga:
Jalan Alternatif Simpang Tongkoh -Simpang Sinaman Ditinjau Wabup Karo Dan Ketua DPRDSU
Oleh karena itu, tambahnya, pupuk organik dapat menjadi alternatif bagi petani.
"Petani tidak mungkin berhenti menanam karena pupuk sulit didapat, solusinya adalah beralih kepertanian organik dengan memanfaatkan potensi alam yang ada disekitar kita, dan ini sudah kita buktikan dibeberapa tempat, mereka berhasil kok walaupun ini bukan hal mudah," paparnya.
Menurutnya, pemerintah bisa mengambil kebijakan dengan mengalokasikan dana untuk menyediakan alat atau teknologi berupa mesin untuk mempermudah pengolahannnya.
Baca Juga:
Dana Swadaya, Ribuan Anggota Rayakan HUT PPODA ke-18 di Dairi
"Di samping itu perlu dilakukan berbagai pelatihan dan sosialisasi terkait konsep pertanian oganik ini," ujarnya. [jat]